Mirza: Mari Bermuhasabah “Bermata Tapi Tak Melihat”

Sebagian besar dari kita manusia itu hanya mampu melihat yang tersurat. Yakni sesuatu yang terlihat secara lahiriah. Masih SANGAT LANGKA orang yang mampu melihat secara tersirat. Satu modal berharga untuk mencapai keinginan bahagia dunia-akhirat.

Ya memang, untuk bisa melihat yang tersurat kita tidak perlu belajar. Manusia telah dibekali sepasang mata yang bisa langsung digunakan secara otomatis.

Sedangkan melihat sesuatu yang tersirat tidak diberikan secara cuma-cuma. Butuh perjuangan dengan memadukan pikiran yang jernih dan hati yang bening.

Untuk mengetahui apakah kita bisa melihat sesuatu yang tersirat atau tidak, coba jawab pertanyaan berikut :

1. Apakah kita sering terpana dengan penampilan lahiriah seseorang?
2. Apakah kita sering tenggelam dalam fakta?
3. Apakah kita sering terfokus pada hadiah yang didapat, bukan pada siapa yang memberinya?
4. Apakah saat anak kita berbuat kesalahan kita masih terfokus pada perbuatannya?
5. Apakah kita masih terpana pada pemandangan yang indah dan lupa siapa yang menciptakannya?
6. Apakah hati kita masih terfokus pada kezaliman yang menimpa kita, bukan pada transfer pahala yang akan kita terima?
7. Apakah kita masih terfokus pada musibahnya, bukan pada hikmah dibalik musibah itu?

Bila mayoritas jawabannya “YA”, berarti kita masuk kelompok mayoritas.
Yakni mereka yang –> Bermata tapi tak melihat.

Yuk intropeksi diri sendiri dan semoga bermanfaat
Mirza: Mari Bermuhasabah “Bermata Tapi Tak Melihat” Mirza: Mari Bermuhasabah “Bermata Tapi Tak Melihat” Reviewed by Putra samalanga on November 19, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.